Minggu, 03 Oktober 2010

KECERDASAN MUSIKAL

PENGERTIAN KECERDASAN MUSIKAL
Kecerdasan musik merupakan bagian dari kecerdasan jamak yang berkaitan dengan kepekaan mendengarkan suara musik dan suara lainnya. Kemunculan kecerdasan ini dapat dilihat dari kemampuan dalam menghasilkan dan mengapresiasi ritme dan musik yang dapat diwujudkan dalam kemampuan mempersepsikan. 
Kecerdasan ini merupakan salah satu kecerdasan teori multiple intelegensi yang dikembangkan oleh Howard Gardner, guru besar dari Havarrd University, AS. Menurutnya, kecerdasan bermusik mencakup kepekaan dan penguasaan terhadap nada, irama, pola-pola ritme, tempo, instrument, dan ekspresi musik, hingga seseorang dapat menyanyikan lagu, bermain musik dan menikmati musik.
Gardner mengatakan pada dasarnya setiap anak memiliki kecerdasan musikal secara alamiah. Penelitian menunjukkan bahwa anak usia dua bulan sudah dapat menyanyikan suara nada tinggi dari nyanyian yang didengar, misalnya lagu
yang disenandungkan ibunya. Selain itu diusia 4 bulanan sudah mampu mengikuti
ritme/irama lagu. Kecerdasan musik alamiah anak menjadi bertambah atau
berkurang tergantung kepada lingkungan. Menurut Psikolog Dra. Clara Kriswanto, MA, CPBC, mengemukakan bahwa kecerdasan musik dapat distimulasi sejak dalam kandungan hingga usia tiga tahun. Karena pada masa rentang usia ini otak anak sedang tumbuh pesat.
Kecerdasan musik diindikasikan memiliki banyak pengaruh terhadap perkembangan kognitif dan aspek emosional. Dr. Frances Rauscher dari university
of wisconsiin dan Dr. Gordon Shaw dari university of California menyimpulkan
musik melibatkan rasio, pembagian, proporsi, serta daya pikir dalam ruang dan
waktu.
Musik secara unik juga mempengaruhi fungsi otak untuk mempelajari matematika dan sains. Musik juga mampu mengembangkan kecakapan sikap, tingkah laku dan disiplin anak. Melalui musik rasa percaya diri anak meningkat yang kemudian menular kebidang lainnya. (Krisnamurti, copyright @2006. www
google.com).

Unsur-Unsur Musik
Teori musik merupakan cabang ilmu yang menjelaskan unsur-unsur musik. Cabang ilmu ini mencakup pengembangan dan penerapan metode untuk menganalisis maupun mengubah musik dalam keterkaitan antar notasi musik dengan pembawaan musik. Hal-hal yang dipelajari dalam teori musik mencakup tentang suara, nada, ritme, melodi, harmoni dan notasi (wikipedia, copyright @2006. www gogle com).
1. Suara
Teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau dituliskan atau bagaimana suara tersebut ditangkap dalam bentuk pendengarnya. Dalam musik gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya. Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala (Ingris:Pitch, yaitu tinggi nada)
2. Nada
Suara dapat dibagi-bagi kedalam nada yang memiliki tinggi anda tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut arak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayor, tangga nada minor, dan tangga nada pentatonik. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.
3. Ritme
Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalm birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi).
4. Melodi
Melodi adalah serangkain nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan rangkaian akord dalam waktu.
5. Harmoni
Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam aroergio). Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord.
6. Notasi
Notasi merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan seara horizontal. Kedua unsur tersebut membentuk para nada, disamping itu juga petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika dan lain sebagainya.
CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MUSIKAL ADALAH:
a. Senang memainkan alat musik 
b. Senantiasa ingat irama suatu melodi 
c. Berprestasi baik dalam seni musik
d. Senang belajar jika ada
e. Mengoleksi lagu-lagu di buku, CD
f. Menyanyi untuk diri sendiri atau untuk orang lain
g. Mudah mengikuti irama lagu musik 
h. Memiliki suara yang bagus untuk menyanyi 
i. Peka terhadap suara –suara dilingkungan sekitar 

ADA BEBERAPA YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM MENGAJAK ANAK UNTUK BELAJAR MUSIK, YAITU:
1. Perkembangan mental dan fisik anak
Yaitu kemampuan mendengar, memperhatikan dan mengikuti arahan yang
diberikan.
2. Alat musik yang dimainkan
Perhatikan alat musik yang tepat sesuai perkembangan usia anak. Seperti
terompet yang tidak sesuai untuk anak usia dibawah 10 tahun , akan lebih
tepat piano, gitar, biola dan alat musik perkusi
3. Pemilihan guru musik.
Sebaiknya pilih guru yang bisa berinteraksi dengan anak-anak.
4. Bisakah meluangkan waktu.
Dengan demikian, kita dapat melihat perkembangan dan potensi anak
dibanding alat musik.

TIPS AKTIVITAS STIMULASI KECERDASAN MUSIKAL SESUAI USIA 4-6 TAHUN
4 – 5 tahun: 
- menggerakkan tubuh mengikuti irama
- menyanyikan lagu pendek sesuai irama
- bertepuk tangan membentuk irama
- memainkan alat musik
5 – 6 tahun: 
- menyanyikan lagu diiringi dengan musik
- bertepuk tangan membentuk irama
- memainkan alat musik
- membuat irama / bunyi-bunyian dari benda atau sesuatu yang bisa menimbulkan bunyi seperti memukul meja, tepuk tangan, jentik jari, dll.
Musik dapat membuat anak menjadi pandai karena seni musik amat berperan bagi kehidupan nyata dan pendidikan musik sanat berperan bagi perkembangan otak anak (Dide; 1938) otak manusia dibagi menjadi dua, berdasarkan fungsinya yaitu:
1. Otak kiri (left hemisphere) merupakan pusat pengendali fungsi intelektualitas.
Misalnya logika, daya analitis, daya ingat, pemikiran konvergen, bahasa, perhitungan.
2. Otak kanan (right hemisphere) berdasarkan pada spontanitas dan pengendalian fungsi mental. Misalnya; emosi, intuisi, hubungan dan dimensi, pemikiran divergen, gambar, musik dan irama, gerak dan tari. 
Otak kanan berhubungan dengan musik. Tetapi dapat disimpulkan bahwa musik dapat digunakan untuk menyeimbangkan otak kiri dan keseimbangan antara kedua bagian otak tersebut dapat mempengaruhi kecerdasan kita.
Seorang biofisikawan dari sekolah musik di providence, Rhode Island yang bernama Martin Garinder menyimpulkan bahwa pendidikan kesenian dapat berinteraksi dengan kecepatan seorang menerap mata pelajaran lainnya. Misalnya menulis, membaca maupun menghitung. Pernyataan itu didapatkan dari penelitian dari 96 anak yang berusia 4 - 6 tahun. 48 anak pertama diikutkan dalam pelajaran ekstra tentang musik dan seni visual. Sedangkan 48 anak lainnya hanya mengikuti pelajaran musik dan menggambar sesuai kurikulum standar. Pada tahun pertama, keempat puluh delapan anak yang mendapatkan pelajaran ekstra musik itu belakar untuk bemyanyi dalam sebuah paduan suara sekaligus menebak nada dan irama. Pelajaran itu menjadi pelajaran yang menyenangkan sekaligus, melatih kepekaan emosional.
Dari penelitianya selama dua tahun, Garinder menemukan peningkatan kemampuan membaca, menulis dan berhitung yang pesat pada keempat puluh delapan siswa yang mendapat jam ekstra. Hal tersebut terjadi kepada seluruh anak-anak yang tingkat kecerdasannya kurang maupun paspasan. Dipihak lain, pada anak-anak yang tidak mendapatkan ekstra musik, Gardner tidak menemukan perkembangan yang berarti dalam arti membaca, menulis dan berhitung. Apalagi
jika dibandingakn dengan mereka yang mendapat jam ekstra musik. Peneitian lain
mengenai hubungan antara kecerdasan dengan otak dilakukan oleh Frances dan
Shaw.Mereka memberikan pelajaran piano.
Dalam memperkenalkan kecerdasan musikal, Gardner pertama berdiri kembali dan mengidentifikasi inti dasarnya fitur objektif: irama, pitch, harmoni, dan timbre, namun ia segera bergerak lebih dekat untuk tinggal pada kekuatan emosional misterius musik. Dia lalu menyajikan berbagai jenis bukti yang mendukung teorinya bahwa musik kemampuan fungsi seperti kecerdasan - apa komposer telah disebut "berpikir musik logis" dan musik pikiran "" (101-2). Musik kemampuan menggambarkan kenapa Gardner menolak konsep split-otak sederhana pikiran. Meskipun kemampuan musik sebagian besar terletak di belahan kanan, musisi terlatih cenderung memanfaatkan belahan kiri "dalam menyelesaikan tugas yang pemula menangani terutama melalui penggunaan mekanisme belahan kanan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar